Tebuireng, 14 Agustus 2026 — Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di Gazebo SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng pada Jumat, 14 Agustus 2026. Para santri baru mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan melepas rindu bersama kedua orang tua dalam kegiatan sambangan santri baru.
Setelah kurang lebih 40 hari menjalani kehidupan sebagai santri dan tidak bertemu dengan orang tua, kedatangan keluarga menjadi momen yang sangat dinantikan. Senyum bahagia tampak dari wajah para santri ketika melihat orang tua mereka datang berkunjung.
Kegiatan sambangan ini bukan sekadar pertemuan antara santri dan keluarga. Bagi para santri baru, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengobati rasa rindu sekaligus mendapatkan kembali semangat untuk melanjutkan pendidikan dan kehidupan di pesantren.
Para orang tua yang datang dapat berbincang langsung dengan putra-putri mereka. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menanyakan kabar, memberikan perhatian, serta memberikan dukungan agar para santri tetap kuat dan semangat menjalani aktivitas di pesantren.
Menurut Bu Oliv, sambangan memiliki makna tersendiri dalam kehidupan seorang santri. “Sambangan itu bagian tirakat dari santri setelah 40 hari tidak bertemu orang tua,” ujarnya.
Rasa rindu yang selama ini dipendam akhirnya dapat terobati melalui pertemuan tersebut. Meski berlangsung singkat, sambangan menjadi pengalaman berharga bagi santri baru karena mereka dapat kembali merasakan kehangatan keluarga setelah melewati masa awal kehidupan di pesantren.
Kegiatan ini juga mengajarkan para santri tentang kesabaran, kemandirian, dan perjuangan dalam menuntut ilmu. Setelah melepas rindu bersama orang tua, para santri diharapkan kembali menjalani aktivitas pesantren dengan hati yang lebih tenang dan semangat yang baru.