Mulai Tahun Ajaran Baru 2026, suasana pagi di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng terasa berbeda, Setelah sholat dhuha berjamaah, para siswa tidak langsung kembali kelas, melainkan tetap di musholla dan berkumpul untuk sebuah kegiatan yang kini menjadi rutinitas yang brnama: public speaking.
Di musholla, setiap hari ada satu siswa yang maju untuk menyampaikan materi public speaking yang telah dia siapkan sendiri, dan para siswa maju sesuai jadwal yang telah tertulis.Hal ini tentu menjadi sensasi tersendiri bagi para siswa karena berdiri di depan teman temannya, ada yang suaranya bergetar, kadang penuh percaya diri, kada ada yang lupa tentang materinya. Mereka menyampaikan pidato singkat, cerita, dan opini mereka, kegiatan ini bukan sekedar Latihan berbicara,melainkan sebuah proses untuk melatih dan membentuk mental siswa agar mereka terbiasa berbicara di depan umum.
Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Bapak David Sugiarto, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa public speaking dipilih sebagai metode untuk melatih keberanian dan kesiapan mental siswa. “Kami ingin anak-anak tidak kaget ketika nanti terjun ke Masyarakat. Mereka harus bisa menyampaikan ie dengan jelas dan berani,” ujar beliau.
Bagi sebagian siswa, awalnya kegiatan ini terasa menegangkan. Namun seiring waktu, rasa gugup berubah menjadi antusiasme. “Dulu saya takut salah bicara, sekarang malah senang kalau dapat giliran,” kata Muhammad Rajib Akbar Zulfikar dari kelas 11 DKV.
Rutinitas public speaking setiap pagi ini menjadi bagian dari pembentukan karakter di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Lebih dari sekadar latihan berbicara, kegiatan ini menanamkan rasa percaya diri, keberanian, dan kesiapan menghadapi dunia luar. Dengan langkah kecil setiap pagi, sekolah ini sedang menyiapkan generasi muda yang mampu bersuara lantang di tengah masyarakat.