Sarung Boleh Melorot, Semangat Jangan! Futsal Santri Bikin Lapangan Memanas

DIMAS ARLEN FERDIANTO 17 Aug 2026 11 Views
Senin, 17 Agustus 2026, suasana di lapangan SMK Plus Khoiriyah terlihat lebih ramai dari biasanya. Jika biasanya lapangan dipenuhi pemain dengan jersey dan celana olahraga, kali ini ada pemandangan yang cukup unik. Para santri Khosy turun ke lapangan dengan mengenakan sarung untuk bertanding futsal.
Ya, benar-benar futsal pakai sarung. Bukan balap karung, bukan pula lomba jalan santai. Kali ini para santri harus menunjukkan kemampuan mengolah bola sambil berusaha menjaga sarung agar tetap pada tempatnya. Karena dalam pertandingan ini, bukan hanya lawan yang harus dihadapi, tetapi juga sarung yang bisa saja melorot kapan saja.
Lomba Futsal Sarung tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia sekaligus menjadi ajang untuk menumbuhkan sportivitas dan solidaritas antarkamar. Meski terlihat menghibur, pertandingan tetap berlangsung serius. Setiap tim berusaha memberikan permainan terbaik demi membawa nama kamar mereka menjadi pemenang.
Pertandingan pertama mempertemukan kamar 102 (B) melawan kamar 104 (A). Sejak pertandingan dimulai, kedua tim langsung bermain dengan penuh semangat. Kamar 102 (B) tampil lebih efektif dan berhasil mencetak empat gol. Sementara itu, kamar 104 (A) hanya mampu membalas satu gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan kamar 102 (B).
Laga berikutnya mempertemukan kamar 102 (A) dengan kamar 104 (B). Kali ini kamar 104 (B) tampil sangat dominan. Mereka berhasil mencetak empat gol tanpa balas. Kamar 102 (A) harus menerima kekalahan setelah pertandingan berakhir dengan skor telak 4-0.
Dua pertandingan tersebut akhirnya mempertemukan kamar 102 (B) dan kamar 104 (B) di partai final. Inilah pertandingan yang paling ditunggu. Kedua tim sama-sama memiliki semangat untuk menjadi juara. Di tengah sorakan para santri, pemain berlari mengejar bola dengan segala kemampuan mereka, tentunya sambil tetap memastikan sarung tidak menjadi penghambat permainan.
Partai final berlangsung cukup sengit. Kedua tim saling menyerang dan berusaha menciptakan peluang. Kamar 104 (B) akhirnya berhasil memanfaatkan kesempatan dan menjebol gawang lawan. Permainan semakin seru hingga akhirnya pertandingan ditutup dengan skor 3-1 untuk kemenangan kamar 104 (B).
Kemenangan kamar 104 (B) menjadi penutup dari pertandingan yang penuh keseruan tersebut. Namun, lomba ini bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol paling banyak atau siapa yang membawa pulang kemenangan. Di balik pertandingan yang mengundang tawa, terdapat nilai penting yang ingin dibangun, yaitu sportivitas, kerja sama, dan solidaritas antarkamar.
Futsal sarung pun membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan tidak harus selalu dengan kegiatan yang serius. Dengan sarung yang mungkin sesekali melorot dan permainan yang membuat penonton tertawa, para santri tetap bisa menikmati momen kebersamaan sekaligus belajar tentang arti sebuah kompetisi.
Sebab pada akhirnya, sarung boleh melorot, bola boleh ditendang ke mana saja, tetapi semangat kebersamaan dan sportivitas jangan sampai ikut melorot.
Menurut Dimas salah satu pemain dari kamar 104 B lomba ini sangat bermanfaat dalam membentuk sportivitas dalam permainan dan solidaritas antar kamar yang bertanding
DIMAS ARLEN FERDIANTO

Kontributor aktif di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang.